Dzul Fatwah Fikrah Irawan, Pelajar SMP Peraih Sertifikat Apresiasi MKRI dan Kemendagri
UNGGAH.COM — Ketertarikan terhadap teknologi dan keamanan digital mendorong Dzul Fatwah Fikrah Irawan, seorang pelajar berusia 15 tahun dari SMP Negeri 2 Anggeraja, Kabupaten Enrekang, untuk menekuni bidang keamanan siber (cybersecurity). Melalui pembelajaran mandiri dengan bermodalkan ponsel, ia berusaha mengembangkan kemampuan dalam mengidentifikasi potensi kerentanan website dan melaporkannya kepada pihak terkait secara bertanggung jawab.
Menggunakan nama alias FikrahSec, ia mempelajari berbagai aspek keamanan aplikasi web, mulai dari analisis respons server hingga pemahaman terhadap potensi kelemahan sistem informasi. Keterbatasan perangkat tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan di bidang teknologi informasi.
BACA JUGA: Dzul Fatwah Fikrah Irawan, Pelajar SMP Berusia 15 Tahun yang Menekuni Riset Keamanan Siber dan MenemDalam perjalanannya, Fikrah mengaku telah menemukan dan melaporkan kerentanan pada sistem elektronik yang berkaitan dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) serta sistem informasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajarnya dalam memahami identifikasi kerentanan, dokumentasi teknis, dan pelaporan keamanan digital.
Mendapat Apresiasi dari Sejumlah Pihak
Salah satu bentuk apresiasi yang diterimanya berasal dari lingkungan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri. Sertifikat bertanggal 5 Agustus 2026 tersebut mencantumkan nama Dzul Fatwah Fikrah Irawan atas kontribusinya dalam mengidentifikasi dan melaporkan kerentanan keamanan pada sistem informasi Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).
Fikrah juga menerima sertifikat apresiasi dari Mahkamah Konstitusi bertanggal 13 April 2026. Dokumen tersebut menyebutkan kontribusinya dalam menemukan dan melaporkan kerentanan terkait sistem elektronik di lingkungan Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MKRI.
Selain itu, pada 13 Oktober 2026, PT Mitra Minulyo Teknik memberikan sertifikat apresiasi atas kontribusinya dalam Responsible Security Disclosure terhadap website perusahaan serta dukungannya terhadap evaluasi dan peningkatan keamanan sistem informasi.
Kontribusinya di bidang keamanan digital juga tercantum dalam sertifikat apresiasi dari PT Indiekraf Indonesia Digital Kreatif atas prestasinya menemukan celah keamanan pada website SIKETAN.ID. Sertifikat tersebut mencantumkan kerja sama perusahaan dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi.
Dalam bidang pendidikan, Fikrah memiliki sertifikat penyelesaian kursus Introduction to Information Security dari Cyber Academy, bertanggal 10 Oktober 2026. Sertifikat ini menjadi salah satu bukti partisipasinya dalam mempelajari dasar-dasar keamanan informasi.
Berbagai dokumen tersebut mencerminkan pengalaman belajar dan kontribusinya dalam pelaporan keamanan digital. Setiap temuan memiliki ruang lingkup dan proses penanganan tersendiri, sehingga status validasi teknis dan tindak lanjutnya perlu merujuk pada konfirmasi masing-masing pihak terkait.
Bermodal Ponsel, Terus Mengembangkan Kemampuan
Di balik pengalaman tersebut, Fikrah menjalani proses belajar secara mandiri dengan memanfaatkan ponsel sebagai perangkat utama. Dengan sarana yang terbatas, ia berusaha memahami cara kerja website, mempelajari metode pengujian keamanan, serta menyusun laporan teknis yang dapat dipahami oleh pengelola sistem.
Baginya, keterbatasan perangkat bukan alasan untuk berhenti belajar. Ia berusaha memanfaatkan sumber pembelajaran digital yang tersedia untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan secara bertahap.
Fikrah juga memahami bahwa kemampuan teknis harus disertai etika. Pengujian keamanan perlu dilakukan sesuai izin dan ruang lingkup yang berlaku, tanpa mengganggu layanan, mengakses data yang bukan haknya, atau merugikan pihak lain.
Berharap Mendapat Perhatian dan Pembinaan Pemerintah Daerah
Fikrah berharap aktivitas dan pencapaiannya di bidang keamanan siber dapat memperoleh perhatian dari pemerintah setempat, khususnya Pemerintah Kabupaten Enrekang, serta pihak-pihak yang bergerak di bidang teknologi informasi dan keamanan digital.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat membuka jalan bagi pembinaan, pelatihan, bimbingan dari tenaga profesional, dan akses terhadap sarana belajar yang lebih memadai bagi pelajar yang berminat mendalami keamanan siber.
Harapan itu juga berkaitan dengan keinginannya untuk mengembangkan potensi generasi muda di daerah. Menurutnya, pelajar yang memiliki minat terhadap teknologi perlu mendapatkan kesempatan untuk belajar, berlatih, dan berkontribusi secara positif sesuai kemampuan masing-masing.
Fikrah ingin terus meningkatkan kompetensinya, memperluas pengalaman riset keamanan informasi, dan berkontribusi dalam mendukung terciptanya ruang digital yang lebih aman di Indonesia.
Perjalanannya dari bangku SMP dengan bermodalkan ponsel menjadi bagian dari proses panjang dalam membangun kemampuan di bidang teknologi. Dengan konsistensi, kemauan belajar, dan tanggung jawab, ia berharap dapat mengembangkan potensinya serta membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan dan dokumen sertifikat yang diberikan. Keaslian dokumen, status validasi teknis, serta tindak lanjut setiap laporan perlu dikonfirmasi kepada pihak penerbit atau pengelola sistem sebelum publikasi. Keterangan mengenai temuan MKRI dan Kemendagri harus didukung bukti laporan yang relevan.


