×

Kalapas Atambua Tegaskan Disiplin ASN Jadi Kunci Pemasyarakatan Zero Risiko

Redaksi

Redaksi

Kalapas Atambua Tegaskan Disiplin ASN Jadi Kunci Pemasyarakatan Zero Risiko

Atambua, UNGGAH.com — Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Atambua, Bambang Hendra Setyawan, memimpin Apel Kepatuhan Internal yang diikuti seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Lapas Atambua, Tim Satops Patnal, serta peserta magang, Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan disiplin dan peningkatan kinerja pegawai dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.

Apel kepatuhan internal dilaksanakan di lapangan upacara Lapas Atambua dengan diawali pemeriksaan kelengkapan atribut dinas oleh Kalapas. Pemeriksaan meliputi penggunaan pin, tanda pengenal, kerapian seragam, serta kesesuaian sepatu sesuai regulasi yang berlaku sebagai bagian dari penegakan standar kedisiplinan ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Atambua menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah menunjukkan profesionalisme dalam berpenampilan dinas sekaligus menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga disiplin kerja.

Kalapas juga menekankan bahwa pelaksanaan apel kepatuhan internal sejalan dengan arahan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, dalam mewujudkan pemasyarakatan dengan prinsip Zero Risiko dan Zero Pelanggaran di wilayah NTT.

BACA JUGA: Jalur Utama Distribusi Minyak Dunia yang Paling Strategis, Usai Perang Iran-AS

Komitmen tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Lapas Atambua dalam memperkuat pengawasan internal, meningkatkan kinerja pegawai, serta menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam arahannya, Kalapas Atambua juga memberikan motivasi sekaligus penguatan komitmen kepada seluruh jajaran ASN agar terus menjaga integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

"Ratusan ribu orang berlomba-lomba mengikuti seleksi untuk menjadi ASN. Ketika kita terpilih, maka secara otomatis kita wajib bekerja dengan sungguh-sungguh. Apel pagi dan siang adalah kewajiban dasar. Jika ketidakhadiran dianggap sebagai hal biasa, tentu akan menghambat organisasi dalam mewujudkan tujuannya," tegas Kalapas.

Ia juga menekankan pentingnya komitmen pegawai dalam mendukung keberhasilan program pembinaan warga binaan sebagai bagian dari fungsi pemasyarakatan.

BACA JUGA: Cara Cek Aplikasi yang Boros Baterai di HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan

"Bagaimana kita bisa mencapai tujuan rehabilitasi dan reintegrasi bagi warga binaan jika pegawainya malas-malasan? Disiplin bukan hal yang bisa main-main. Implementasikan ikrar yang telah diucapkan melalui aksi konkret dan tetapkan konsekuensi tegas bagi setiap pelanggaran. Jangan ada ruang bagi alasan pembenar atas kesalahan yang dilakukan secara sengaja." tambahnya.

Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 diharapkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh jajaran Lapas Atambua dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan melalui perubahan pola pikir dan peningkatan profesionalisme kerja.

Selain sebagai sarana penguatan disiplin ASN, apel kepatuhan internal juga menjadi momentum mempererat silaturahmi keluarga besar Lapas Atambua pascaperayaan Hari Raya Idulfitri. Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran diharapkan semakin solid dalam mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan serta kemajuan sistem pemasyarakatan di Indonesia.

Penulis: Andre Barros

Advertisement