Prabowo Subianto Terima Laporan Investasi Kuartal I 2026 Capai Rp498,79 Triliun
Istana Kepresidenan Jakarta, UNGGAH.com — Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani terkait capaian realisasi investasi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 yang menunjukkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi global.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rosan menyampaikan bahwa realisasi investasi pada periode Januari–Maret 2026 mencapai Rp498,79 triliun atau melampaui target sebesar Rp497 triliun.
BACA JUGA: Meutya Hafid Tegaskan Layanan Publik Tetap Harus Cepat dan Berkualitas Saat WFH“Itu adalah peningkatan 7,22 persen year on year-nya. Dan itu juga penyerapan tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 orang atau 18,93 persen untuk year on year-nya,” ucap Rosan dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 21 April 2026.
Menurut Rosan, komposisi investasi nasional menunjukkan keseimbangan antara penanaman modal dalam negeri dan penanaman modal asing. Investasi asing tercatat mencapai Rp249,94 triliun dari total realisasi investasi kuartal pertama tahun ini.
Selain itu, distribusi investasi juga dinilai relatif merata antara wilayah Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Realisasi investasi di luar Jawa mencapai 50,37 persen, sementara wilayah Jawa sebesar 49,63 persen.
BACA JUGA: Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Diproyeksi Tembus 5,5 PersenDalam kesempatan tersebut, Rosan juga menegaskan bahwa minat investor asing terhadap Indonesia tetap tinggi meskipun dunia menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geokonomi global.
“Ini terbukti dari investasi yang masuk juga masih sesuai dengan yang kita rencanakan, walaupun itu juga sudah mengalami peningkatan yang sangat signifikan kalau saya boleh sampaikan,” ujar Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan tren peningkatan investasi nasional dalam jangka panjang yang menunjukkan prospek positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Dalam periode 2014–2024 total investasi nasional mencapai sekitar Rp9.100 triliun, sementara target investasi pada periode 2025–2029 meningkat menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.
BACA JUGA: Analisis Saham WBSA: IPO PT BSA Logistics Indonesia Tbk Pecah Rekor Oversubscribed 386 Kali!“Peningkatannya memang cukup signifikan, tapi alhamdulillah masih bisa tercapai target-target itu. Kita harapkan ini bisa terus terjaga investasi ini,” lanjutnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sektor industri logam dasar, termasuk pembangunan smelter dan industri hilirisasi mineral, menjadi sektor dominan dalam realisasi investasi nasional pada awal tahun 2026. Selain itu, investasi juga tersebar pada sektor jasa lainnya, pertambangan, kawasan industri perumahan, transportasi, pergudangan, serta telekomunikasi.
BACA JUGA: Munas IPSI 2026: Prabowo Tegaskan Pencak Silat Lebih dari Sekadar Olahraga
Capaian tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang tetap stabil dan kompetitif di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendorong percepatan transformasi ekonomi berbasis hilirisasi dan peningkatan nilai tambah nasional.


1.png)